Selasa, 14 Agustus 2012

TK dan Kenangan


Bintang Kejora memang penuh kenangan. Tidak bisa dipungkiri selama kurang lebih 10 tahun gue berada disana, mulai dari TK hingga SMP banyak kejadian atau peristiwa hebat tak terduga maupun terduga. TK atau Taman Kanak-Kanak memang menyajikan serangkaian pembelajaran mengenai membaca, berhitung, menulis bahkan menari dan menggambar/mewarnai bagi seukuran anak dibawah 5 tahun. Dan gue pun mengalaminya. Masa TK gue memang sudah sedikit terlupakan dengan berkembangnya usia dan pengalaman yang lain. Tapi gue masih mengingat beberapa kenangan yang sepertinya akan terus tersimpan di memori kepala gue. Salah satunya adalah ketika salah seorang teman gue, perempuan, berkelahi dengan saudara laki-laki gue, Nicky.

Entah karena hal apa yang menyebabkan teman perempuan yang sudah-gue-lupa-namanya tiba-tiba mengambil sebuah sapu lidi panjang mirip film 'Harry Potter' berlari mengejar Nicky. Menurut pandangan gue, Nicky sepertinya berbuat iseng ketika teman gue tersebut sedang bermain. Selagi mengejar Nicky, teman gue terus berlari sambil beberapa kali melemparkan sapu lidi kearahnya. Ekspresi Nicky? Tentu saja Dia tertawa. Mungkin saat itu dipikirannya adalah rasa senang dan puas bisa isengin orang. Haha!

Kejadian lainnya selama gue TK dan masih membekas di otak gue adalah ketika gue punya teman anak baru kembar. Namanya Ricko dan Ricky. Seperti anak TK pada umumnya mereka berdua punya wajah yang menggemaskan atau istilah bahasa sekarang unyu. Badan mereka berisi (dibaca: gemuk) dan berkulit putih. Nyokapnya tiap hari anter - jemput mereka. Sepertinya Ibu mereka adalah pegawai kantoran jika dilihat dari cara berpakaiannya. Gue masih inget? Tentu saja. Ibunya bahkan melakukan hal tersebut selama kurang lebih 1 tahun, semasa TK Besar.

Siang itu, ketika suasana terlihat rame yang dipenuhi anak-anak TK beristirahat, tiba-tiba kejadian tak terduga menggemparkan sekolah Bintang Kejora. Si kembar Ricko - Ricky bikin panik satu sekolah. Mereka yang sejak tadi terlihat tenang-tenang saja saat bermain ayunan harus mengalami tragedi buruk. Cerita bermula ketika Ricko - Ricky duduk di bangku ayunan bersama. Kemudian entah karena bosan, Ricko mengambil posisi dibelakang ayunan dan bersiap-siap mendorong ayunan. Ketika ayunan didorong td kembali padanya, sepertinya Ricko kurang konsentrasi menangkap besi pada ayunan. Dan 'Plaaakk..' ayunan tersebut dengan keras menghantam muka dan kepala Ricko. Semua anak-anak TK lainnya dan guru-guru panik. Muka dan kepala Ricko penuh darah. Ricko jatuh terduduk dan sepertinya Ia terlempar beberapa meter dari ayunan.

Ricky yang menyadari saudara kembarnya mengalami musibah langsung segera turun dan menghampiri Ricko. Dan tidak lama kemudian, Ricko pingsan. Orang tua Ricko sudah sampai di sekolah, mungkin Beliau dihubungi oleh pihak sekolah lebih dulu. Seketika kemudian Ricko dibawa ke klinik Anggrek dekat Sekolah. 

Setelah Ricko dibawa ke klinik, kami disuruh masuk ke dalam kelas walaupun jam istirahat belum selesai. Kami terlihat panik dan menangis. Sepertinya guru-guru gue bingung harus berbuat apa. Pikirannya bercabang antara kami dan kejadian Ricko. Guru saya memanggil teman guru lainnya yang ditugaskan untuk meng-handle kami. Guru skaligus kepala sekolah TK Bintang Kejora akhirnya menyusul ke klinik untuk melihat kondisi Ricko. Dan kami kembali beraktifitas seperti biasa di dalam kelas ditemani oleh Bu Yuli, guru nari kami. Di kelas kami berusaha meredam kejadian buruk tersebut dengan menari. Secara fisik kami memang menari. Tapi secara psikis, kami memikirkan Ricko. Fokus kami saat itu cuma 1, kondisi Ricko.

Hari demi hari berlalu tanpa Ricko. Kondisi Dia belum stabil dan harus beristirahat dirumah. Ricky kembali bersekolah setelah kira-kira 2 hari tidak masuk. Baby sitter Ricky mengantar - jemput Dia setiap hari menggantikan Ibu Dia yang harus merawat Ricko. Beberapa hari kemudian, Ricko masuk sekolah dengan kondisi kepala yang diperban. Kami menyambut Ricko dengan senang walaupun kami harus sedikit miris melihat kondisinya sekarang. Semoga cepat sembuh Ricko! ucapan tulus kami untuk Ricko.

Sejak saat itu kondisi sekolah kembali seperti biasa. Kejadian buruk itu tidak akan pernah terulang. Ricko - Ricky, teman kembar gue udah pindah sekolah sejak lulus TK. Teman-teman gue yang lain juga sudah melanjutkan tingkat pendidikan ke sekolah lain, walaupun beberapa diantara kami masih melanjutkan sekolah di Bintang Kejora.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar