Senin, 10 September 2012

Agustus 2011 part 4


Jujur, gue udah males buat lanjutin cerita cinta masa lalu gue yg suram-_-" tapi semuanya udah gue mulai, gue udah terlanjur cerita disini dan gue pikir ini harus gue akhiri biar sesuai dengan alur ceritanya secara nyata. dan, huh! menulis tentang Agustus 2011 ini sebenarnya sama seperti membuka luka lama gue yg sengaja menjadi rahasia tersendiri buat gue. belom banyak yang tahu tentang cerita ini, hanya beberapa sahabat yg dapat dihitung dengan jari yang sudi mendengarkan cerita gue, salah satunya Angel. Gue heran, kenapa manusia ini masih mau membaca postingan gue, Agustus 2011. padahal gue udah menceritakan kejadian nya lengkap seperti yg gue tulis disini. dan dia masih penasaran mengenai kelanjutan ceritanya.. But, thank you for your support! dan ini akan menjadi postingan panjang gue...
---------------------------------------------------------------------------------
 Gelang yang terbuat dari kayu itu masih gue pake sampai detik ini. rendy pernah bilang kalo gelang ini dia beli buat gue, dan dia minta gue menjaganya biar ga rusak apalagi hilang. dia juga pesan ke gue, kalo gelang ini buat tanda kenang-kenangan. awalnya gue ga mengerti maksud ucapan dia, makanya gue cuma mengiyakan aja. Bulan demi bulan berlalu gue lewatin sama rendy tanpa status yg ga pasti. gue ga pernah memusingkan hal tersebut. karena buat gue, buat apa status lo pacaran tapi pacar lo jauh? mending seperti ini, tanpa status dan rendy tetap di dekat gue. walaupun seringkali gue risih sama pertanyaan teman gue yg menyindir gue buat pacaran, tapi gue tetep cuek. *devil*
Desember! juga salah satu bulan bersejarah buat hubungan tanpa status gue dengan rendy. tepat malam natal, 24 Desember 2011 gue melewati setiap momen kembang api yg hiruk-pikuk sama dy. ketawa bareng, ngobrol bareng (skali lagi, gapernah lama..). rendy janji bakalan menemui gue pas malam natal, dan dia menepatinya. sekitar setangah 1 pagi, rendy datang dengan kaos orange belanda, jaket kulit, jeans biru ke item2an dan sepatu nike! awesome, dia tampil keren saat itu! sungguh, gue sangat berharap hari itu akan menjadi hari terpanjang yang harus gue lalui. kalo ada yg bisa menggambarkan perasaan gue saat itu mungkin seperti lo mendapatkan nilai 95 di mata pelajaran yg amat sulit buat lo jangkau, dan ternyata lo berhasil dengan nilai hampir sempurna tersebut. hebat!
malam natal gue lewati dengan orang-orang yg gue sayangi dan sangat berarti buat gue, keluarga besar, rendy dan sahabat2 gue memberikan kesan istimewa tersendiri dihidup gue, khususnya Natal 2011. Terimakasih :)

Sejak malam natal itu, gue gabisa lama2 dekat sama rendy, makanya gue memutuskan untuk menerima ajakan teman gue buat keliling2 komplek sambil melihat kembang api dan mengucapkan selamat natal. Beberapa lama kemudian, bbm gue penuh dengan tulisan "PING!!!" dari rendy. "apa?" jawab gue singkat. "lu dimana? ksini cepet, gue sendirian, anak2 pada gatau kmana.." bales rendy. Gue pikir cukup waktu gue sama teman gue, dan skarang waktunya gue sama rendy. aneh, gue selalu antusias meluangkan waktu gue buat dy. Gue balik ke tempat gue ketemu rendy tadi, tapi dianya ga ada. akhirnya gue memutuskan untuk pulang kerumah dan tidur. sampai dirumah gue ga langsung tidur. Sepupu gue, Shella minta diteminin nonton tv. orang rumah udah pada tidur, cuma gue dan shella yg masih still watching on tv!
 beberapa menit kemudian, rendy bbm gue menanyakan keberadaan gue. "gue dirumah" balesan sms gue buat rendy. "gue di depan warung, gue haus" kata rendy. depan rumah gue emang ada warung tapi udah tutup kalo tengah malem gini. rendy disitu katanya. "minumlah, lu kerumah Bella aja tuh.." jawab gue. rumah Bella lagi menjadi tempat pesta natal saat itu. gue dan teman2 bella yg lain, termasuk rendy diundang ke acara pesta natalnya. gue dateng cuma sebentar buat numpang makan doang-_-" maklum, hari itu gue pulang gereja malem banget dan masakan dirumah udah abis.
"disitu ga ada air putih.." jawab rendy yang diikuti dengan emoticon wajah memelas. "gue gabisa keluar ren, gue udah dirumah.." bales gue. agak lama rendy bales bbm gue, dan gue juga cukup panik menunggu balesan bbm dy. "gue butuh lo gin," tiba2 rendy bbm gue kayak gini. "gue gabisa ren, lu gila? lu mau ketahuan ortu gue?" jawab gue kesel. "badan gue panas lagi, gue butuh air putih, dan gue butuh lo!" kata rendy.
Gue mencari akal gimana caranya gue bisa keluar rumah tanpa sepengetahuan ortu dan adik gue. Shella! Gue ceritain semua bbm rendy ke dia. gue tahu shella bisa menjaga rahasia. walaupun awalnya shella ngelarang gue buat temuin rendy, karena dia juga takut ketahuan ortu dia buat bantuin gue ketemu rendy. tapi akhirnya, shella bantuin gue dengan alasan yang ga terpikirkan di otak gue.

Gue dan shella mengendap-ngendap keluar dari rumah buat ketemu rendy. tapi ga lama kemudian, kita kepergok sama bokapnya shella. "mau kemana shel?" tanya bokap shella. "hmm, mau ke rumah bella bentar pa.." jawab shella tanpa ragu. "ohyaudah" jawab bokap shella sambil membukakan kita pintu. dan kita buru-buru pergi dari rumah. "lo dimana ren?" tanya gue. "gue dirumah iyan" jawab rendy. "lo gila? kita mau ketemuan di rumah iyan? nanti ortu iyan ngadu ke ortu gue gimana ren?" bales gue. "disini ga ada orang gin, cuma gue sendiri" kata rendy.
tanpa buang2 waktu, gue dan shella langsung kerumah iyan. shella berada di belakang gue untuk memastikan kondisinya tetap aman. sampai dirumah iyan, gue langsung masuk dan menemukan rendy lagi duduk kedinginan diujung tembok dekat pintu. gue dateng dan membawa segelas air putih buat dy. "udah makan?" tanya gue yg benar2 khawatir dengan kondisinya saat itu. rendy cuma menggelengkan kepalanya. mukanya pucat pasi, badannya panas dan pandangannya kosong. "gue ambilin makan ya." tanya gue. sekali lagi, dia cuma menggelengkan kepala sebelum dia bilang "gue cuma butuh lo disini.."

kira-kira 15 menit gue temenin rendy tanpa melakukan apapun, sebelum gue menyuruh dy buat istirahat dirumah iyan. shella juga udah kasih kode biar kita cepat pulang. "sabar shell, bentar lagi ya" jawab gue ke shella. akhirnya gue memutuskan untuk balik kerumah sebelum bokap shella curiga dan mencari kita.
"gue balik ya ren, gaenak sama shella." kata gue. "iya, makasih gin" jawab rendy. Gue dan shella langsung lari dari rumah iyan ke rumah gue. sampe depan rumah, kita ketemu bokapnya shella yg udah nungguin depan pintu. "udah ke bella nya? tanya bokap shella sambil membukakan pintu. "udah, jawab shella acuh sementara gue sibuk memikirkan jawaban apa yg bakal gue katakan kalo om gue yg satu ini nanya secara mendetail~ tapi ternyata, bokap shella cuma ikutan masuk ke dalam rumah, mengunci pintu dan akhirnya masuk kamar. Huh! lega rasanya.
dirumah, gue bbm rendy menanyakan keadaannya. "badan gue masih panas, tp gue udah dikamar iyan" jawab rendy. "bagus, yaudah deh, gue tidur duluan ya" kata gue. "iya gue jg mau tidur, thanks gin" bales rendy.
***

sejak natal itu, gue jadi semakin sangat dekat sama dy. gue juga punya shella yang mau dengerin gue dan menjaga rahasia gue. setidaknya gue ngerasa lebih terlindungi kalo gue mau ketemu rendy lagi. namun shella juga terkadang sama kayak ortu gue, dia ingetin gue buat menjauh dari rendy sebelum perasaan gue terlalu jauh sama dy. tapi shella terlambat, gue udah terlalu dalam menyayangi rendy bahkan mencin*ai dy.
sebentar lagi tahun 2011 akan berakhir, dan rendy udah bilang ke gue kalo dia gabisa dateng pas malam tahun baru, karena dia harus pergi sama keluarga pacarnya ke Jogja. gue sedih, tapi gue juga senang karena rendy ngomong ini ke gue, setidaknya gue berpikiran kalo gue berarti buat dy. malam tahun baru itu gue lewati dengan keluarga dan teman2 gue lagi, tanpa rendy. gue ngerasa sepi, gue ngerasa hampa, dan gue seperti ingin menangis.

gue sempat cerita ke temen sekolah mengenai hubungan gue dan rendy, sebut aja namanya Nini. dia memberikan saran sama seperti orang tua gue dan shella yang harus menjauhi rendy secepatnya. tapi gue tutup kuping dan tetap berjalan sesuai dengan keyakinan gue yang sebenarnya salah. Nini bilang gue ga salah kalo gue menyanyangi rendy, tapi yang salah adalah mengharapkan rendy yang sudah menjadi milik orang lain. "andai rendy belom punya pacar saat itu, gue akan mendoakan hubungan kalian" kata Nini. sejak itu gue mulai berpikir untuk menjauhi rendy lagi.
rendy udah balik dari Jogja, dan dia minta gue buat temuin dy dekat gereja rumah dy. gue memenuhi permintaannya, namun kali ini gue dateng sama shella. beberapa hari setelah pertemuan itu, nyokap negor gue sambil marah2 dan menanyakan kejelasan hubungan gue sama rendy. gue sempat kaget mengetahui nyokap menanyakan hal ini sama gue. "aku ga jadian ma, dy cuma nitip beliin makanan doang tadi, yaudah aku kasih. kalo ga percaya tanya aja sama shella" jawab gue jujur. sebelum pertemuan itu rendy emang udah sms gue buat nitip makanan, karena gue lagi diluar saat itu. "oke, mama percaya sama kamu, tapi papa kamu?" tanya mama. "ya bilang aja sama papa kalau rendy tadi nitip makanan sama aku, trus aku ketemu dy buat kasih makanannya. makanya jangan terlalu percaya kata orang, percaya sama anak sendiri." jawab gue ketus. usut punya usut ternyata nyokap tau hal ini dari temen bokap yang ga sengaja liat gue sama rendy, dan dia langsung lapor ke ortu gue.

detik itu juga gue langsung sms rendy biar kita gausah ketemu lagi. rendy tanya alasannya dan gue ceritain semuanya. rendy mengerti dan dia menerima. hubungan gue sama rendy kini cuma sebatas sms. dan kalau pun ketemu dy, gue cuma smile simple seperti pertama ketemu dy. gue takut terjadi apa2 sama rendy gara-gara kejadian ini. bokap pernah bilang kalo dia bakalan ngawasin gue lebih ketat lagi.
rendy menghilang.. gue udah jarang sms-an sama dy, jarang ketemu pula. dia udah ga main kerumah tian kayak dulu. rendy hilang seperti ditelan bumi.. dan gue kembali menyendiri.
Gue harus move on! rendy udah ninggalin gue tanpa sepatah kata pun. dia menjauh dari gue secara diam-diam sebelum akhirnya benar2 meninggalkan gue yang masih mempunyai sejuta hati buat dy.
***

berhari-hari, berbulan-bulan gue mencoba mempelajari semua hal yang udah terjadi. walaupun sulit, gue tetap berusaha buat meyakinkan diri gue kalo omongan orangtua, shella, dan nini itu benar. harusnya gue menjauh dari rendy sejak awal. penyesalan selalu datang terlambat itu benar. tapi kalau kau hanya terus menyesal tanpa melakukan perubahan, itu yang salah. gue jadi inget ketika gue sms-an atau bbm-an sama rendy, gue mengacuhkan beberapa orang terdekat gue yang mungkin saat itu lagi butuh gue. gue jadi inget ketika gue harus brantem sama bokap&nyokap gara2 pertemuan rahasia gue sama rendy. gue jadi inget ketika gue harus bohong sama bokap shella cuma untuk ketemu rendy, bahkan gue juga terkesan mengajari shella untuk ikut berbohong demi gue.

semua terasa hancur, dan hati gue benar-benar sangat sakit. gue bahkan seperti merasa terkena sesak nafas setiap kali secara ga sengaja ketemu rendy. sedih, sakit, kecewa bercampur jadi satu. semua kenangan yang udah rendy kasih ke gue masih terekam sangat jelas di otak gue. awalnya gue nangis pas rendy ninggalin gue, tapi mungkin karena sakit yang gue rasain lebih hebat dari rasa sedih gue, gue seperti tidak ingin mengeluarkan air mata sedikit pun. gue ngerasa semuanya sia-sia dan ga ada artinya.
mungkin rendy emang ga jelasin alasan dia tinggalin gue. tapi skarang gue jadi berpikir kalo rendy harus memilih antara gue dan sang pacar. dan.. dia lebih memilih sang pacar dibanding gue. salah satu diantara kita memang pasti ada yang tersakiti, dan gue terima kalo itu adalah gue. sekarang gue mengerti kenapa rendy pernah bilang kalo gelang itu adalah tanda kenang-kenangan..
***

waktu terus berjalan sementara gue masih larut dalam kesedihan yang gue pilih sendiri. life is choice and that's true! gue percaya dibalik semua ini ada rencana Tuhan yang jauh lebih indah dari apa yang gue pikirkan. gue sadar kalo gue salah dan gue mau berubah. gue memilih kebahagian dan hidup gue selanjutnya. gue ga pernah berusaha buat melupakan rendy. gue hanya berusaha untuk tidak terlalu sering memikirkan dia. gue juga selalu berusaha untuk benar2 melepaskan dy.
Anyer, gelang kayu, dan beberapa lagu yang sempat dikirim rendy ke gue telah menjadi kenangan yang ga akan pernah habis gue puter ulang di otak gue. gue udah mengiklaskan rendy dengan sang pacar. gue juga berdoa semoga hubungan rendy dan sang pacar berjalan mulus tanpa masalah yang berarti.
***

-lupa tepatnya tanggal berapa- nyokap memberikan gue sebuah kartu undangan ketika gue lagi belajar buat menghadapi ujian sekolah. nyokap melemparkan kartu undangan tersebut tepat diatas buku yang lagi gue baca. dari sampul depan tertulis nama rendy dan sang pacar. ternyata, itu adalah undangan pernikahan rendy dan sang pacar, sebut aja kak kezia. sedetik kemudian gue cukup tertegun memandangi undangan pernikahan yang dilengkapi pita merah ini, sebelum akhirnya gue tersenyum menatap undangan tersebut.
gue pengen banget dateng ke pesta pernikahan rendy dan kak kezia, mengucapkan selamat dan meyakinkan dy, kalo kak kezia adalah orang yang paling pantas berada disamping dy. tapi sayangnya saat itu gue harus fokus ke ujian sekolah, jadi dengan terpaksa gue tidak menghadiri acara tersebut.
hubungan gue dan rendy udah berakhir. dan sekarang rendy punya kehidupan baru bersama kak kezia
***

gue emang gabisa hadapi kenyataan pait ini sendirian, tapi gue punya Tuhan yang memberikan gue kekuatan dan harapan baru. gue punya keluarga, shella, dan nini yg masih ada buat gue dan selalu support gue. gue bersyukur pernah dekat sama rendy, pernah merasakan indahnya dan bodohnya orang jatuh cinta, dan gue banyak belajar darisana.

Jangan terlalu gampang memberikan seluruh hati lo buat orang yang lo sayang (pacar/gebetan). dengerin apa kata sahabat2 lo, dengerin KATA HATI bukan logika , dan dengerin keluarga lo karena hanya mereka yang sangat mengerti lo lebih dalam. setidaknya itu menjadi pelajaran tersendiri buat gue :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar